Tempe pondoh adalah makanan khas yang berasal dari Dusun Ngalian, Desa Widodomartani, Kec. Ngemplak, Sleman. Ciri khas dari makanan ini adalah bentuknya yang bulat atau disebut sebagai bentuk ndog banyak (telur bebek). Citarasa dari makanan ini adalah gurih, hal ini disebabkan karena bahan bakunya adalah nasi yang dicampur dengan parutan kelapa, garam, dan daun salam (Harsana, 2022). Untuk sekarang, makanan ini masih bisa ditemui dan dijual di sekitar Dusun Ngalian.
Sejarah
Tempe pondoh dahulu digunakan sebagai makanan pendamping bagi para pejuang atau pahlawan. Selain karena ringkas untuk dibawa, tempe pondoh memiliki manfaat yang lain, yaitu memiliki karbohidrat dan protein yang tinggi. Kedua kandungan ini tentu akan sangat berguna bagi para pejuang jaman dahulu. Apalagi ringkas untuk dibawa tentu akan semakin pas apabila dijadikan makanan pendamping bagi para pejuang. Oleh sebab itulah bisa dikatakan bahwa Tempe Pondoh ini telah berumur lebih dari 3 generasi. Sementara untuk makna filosofis dari Tempe Pondoh ini belum dikaji dan dicari secara lebih lanjut.
Namun sekarang tempe pondoh sudah beralih fungsinya. Yang dahulu digunakan sebagai makanan untuk para pejuang, kini tempe pondoh digunakan sebagai makanan untuk mengirim petani. Dengan kandungan yang masih sama, tentu juga akan berefek yang sama pula bagi para petani yang sedang bekerja. Selain itu, tempe pondoh juga dijual sebagai jajanan namun tidak banyak yang menjualnya. Perbedaan antara tempe pondoh yang dijual dengan yang digunakan untuk mengirim petani adalah bentuknya. Tempe pondoh yang dijual biasanya berbentuk kotak potongan, sedangkan yang untuk mengirim petani berbentuk bulat.
Komposisi dan Cara Pembuatan
Untuk komposisi dan cara pembuatan dari Tempe Pondoh bisa dibilang cukup ringkas. Bahan-bahan yang digunakan antara lain adalah:
- Tempe
- Beras
- Kelapa
- Garam
- Daun salam
Sementara untuk cara pembuatannya kurang lebih sebagai berikut:
- Beras dicuci hingga bersih.
- Setelah bersih, beras ditanak hingga masak.
- Dalam proses penanakan, beras dicampur dengan parutan kelapa, garam, dan juga daun salam.
- Setelah tanak dan matang, nasi kemudian dilembutkan dengan cara dijojoh.
- Setelah lembut, nasi kemudian dibentuk bulat-bulat menyerupai telur bebek.
- Untuk tempenya digoreng seperti biasa. Dahulu tempenya digoreng menggunakan minyak kelapa, namun sekarang digoreng dengan minyak goreng pada umumnya.
Dari keterangan di atas cara pembuatan tempe pondoh yang unik bisa menjadi alternatif dari nasi. Beras yang dicampur dengan tempe bisa menjadi makanan yang praktis namun mengenyangkan.
Tempe pondoh ini adalah bentuk kearifan lokal untuk mengkreasikan bahan-bahan yang mudah didapat sehingga bisa menjadi variasi dari makan sehari-hari. Tempe pondoh ini bisa jadi andalan ketahanan pangan karena pembuatannya yang sederhana, bahannya mudah didapat dan bergizi. Wacana ketahananpangan sebaiknya melirik makanan-makanan lokal tradisional yang sudah lama beredar di kalangan masyarakat. Walaupun sederhana, tempe pondoh ini harus diperkenalkan kembali sebagai makanan alternatif yang bergizi dan tidak berkonotasi sebagai makanan dari daerah rural yang tidak bergengsi. Kemasan dan kisah yang dipakai untuk memperkenalkan makanan ini mungkin bisa dikreasikan kembali sehingga tempe pondoh ini bisa lahir kembali untuk khalayak yang lebih luas.