
Lokasi : Pondok Wonolelo (Padukuhan Pondok I dan Pondok II), Widodomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta
Sejarah
Upacara Adat ini dilaksanakan untuk memeperingati, menghormati, mendoakan dan mengenang sebagai darma bakti anak cucu kepada pepunden atau cikal bakal dan penyebar Agama Islam pada masa itu yaitu Ki Ageng Wonolelo.
Setelah pemugaran atau pembangunan Makam Ki Ageng Wonolelo diresmikan, agar Trah Ki Ageng Wonolelo tetap mengadakan pertemuan, kemudian disepakati:
1.trah mengadakan pertemuan paling sedikit aekali dalam setahun di Makam Ki Ageng Wonolelo.
2.Pertemuan dilaksanakan pada hari Kamis pada bulan Sapar Minggu ke2 setiap tahun
3.Dalam pertemuan tersebut di selanggarakan ziarah, kirim tahlil, tabur bunga dan membagikan Apem
4.Semua Pusaka peninggalan Ki Ageng Wonolelo di Kirab dari Masjid Ki Ageng Wonolelo ke Makam Ki Ageng Wonolelo.
Mulanya acara ini dilaksanakan sangat sederhana, lambat laun kegiatan ini dimeriahkan dengan adanya Pasar malam kurang lebih selama 14hari dan kesenian tradisional dari potensi lokal maupun dari luar wilayah Pondok Wonolelo. karena dilaksanakan secara terus menerus setiap tahunnya maka kegiatan ini kemudian dikenal dengan Upacara Adat Saparan Ki Ageng Wonolelo.